Di segenap ceruk, alam ini dipenuhi dengan hasil seni kreatif yang menjadi lambang kebesaran Allah SWT. Semua yang kita lihat, terpantul Kekuasaan dan Kemegahan-Nya. Limpahan rahmat-Nya kepada kita tidak terhitung. Hakikat ini diungkap Allah di dalam al-Quran dalam firmannya: Dan jika kamu menghitung nikmat Allah (yang dilimpahkanNya kepada kamu), tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Surah an-Nahl: 18)
Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi (dengan segala keindahannya); dan apabila Ia berkehendak (untuk menjadikan) suatu, maka Ia hanya berfirman kepadanya: “Jadilah engkau!” lalu menjadilah ia. (Surah al-Baqarah: 117)
“ Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah Memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia Mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (Surah al-Ankabut:19)
“Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib. Tiada yang mengetahuinya melainkan Dia-lah sahaja; dan Ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut, dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata.” (Surah al-An’am, 59)
“Dan (berhubung dengan hal kaum yang kufur ingkar) Allah memberikan satu contoh: Sebuah negeri yang aman damai dan tenteram yang didatangi rezekinya yang mewah dari tiap-tiap tempat, kemudian penduduknya kufur akan nikmat-nikmat Allah itu, maka Allah merasakannya kelaparan dan ketakutan yang meliputi keseluruhannya disebabkan apa yang mereka telah lakukan. Dan demi sesungguhnya, mereka pun telah didatangi seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, lalu mereka mendustakannya; maka mereka pun ditimpa azab sedang mereka berkeadaan zalim.” (Surah an-Nahl, 112-113)
Seperti yang diketahui, nabi-nabi adalah individu yang diredhai Allah, yang diciptakanNya untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Ada banyak sebab khusus dalam setiap peristiwa yang berlaku dalam satu golongan yang berpaling daripada pesuruh yang menyeru mereka untuk mempercayai Allah. Dalam al-Quran, Allah memperincikan keadaan bagi golongan pada masa lampau itu, yang berpaling setelah diberi amaran kepada mereka. Bahkan dalam ayat di atas, Allah kaitkan kisah golongan yang hidup dalam kemewahan dan aman tetapi ditimpa kebuluran akibat ketidaksyukuran mereka kepada Allah.